Submit jurnal SINTA 2 adalah proses mengirimkan artikel ilmiah ke jurnal nasional terakreditasi peringkat 2 di sistem SINTA. Proses ini melibatkan seleksi ketat, mulai dari pengecekan administrasi hingga peer review oleh reviewer ahli. Jika kamu memahami alur dan standar yang digunakan, peluang diterima akan jauh lebih besar.
Banyak mahasiswa, dosen, dan peneliti gagal bukan karena risetnya lemah, tetapi karena tidak memahami standar teknis dan etika publikasi yang berlaku.
Apa Itu Publikasi Jurnal Internasional dan Hubungannya dengan SINTA 2?
Publikasi jurnal internasional adalah proses menerbitkan artikel ilmiah di jurnal bereputasi yang memiliki standar global, seperti peer review ketat dan indeksasi internasional. Sementara itu, SINTA adalah sistem indeksasi nasional yang dikelola Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
SINTA 2 termasuk kategori jurnal nasional terakreditasi dengan kualitas tinggi. Dalam banyak kebijakan kampus, jurnal SINTA 2 sering disetarakan sebagai capaian publikasi bereputasi nasional.
Menurut Pedoman Akreditasi Jurnal Nasional ARJUNA, jurnal SINTA 2 wajib memenuhi standar tata kelola, kualitas substansi, konsistensi penerbitan, dan kualitas reviewer.
Artinya, ketika kamu submit jurnal ke SINTA 2, standar yang digunakan mendekati praktik publikasi internasional.
Mengapa Publikasi di Jurnal SINTA 2 Penting?
1. Mendukung Kelulusan dan Kenaikan Jabatan
Bagi mahasiswa S2 atau S3, publikasi sering menjadi syarat kelulusan. Bagi dosen, publikasi di SINTA 2 memiliki bobot angka kredit yang signifikan.
2. Meningkatkan Kredibilitas Akademik
Publikasi menunjukkan bahwa riset kamu telah melalui proses peer review. Ini meningkatkan reputasi akademik secara personal maupun institusi.
3. Meningkatkan Sitasi dan Jejak Ilmiah
Jurnal SINTA 2 umumnya sudah terindeks Google Scholar dan database nasional. Ini membuat artikel kamu lebih mudah ditemukan dan dikutip.
4. Mendukung Hibah dan Pendanaan Riset
Banyak skema hibah mempertimbangkan rekam jejak publikasi. Semakin baik indeks jurnal, semakin kuat portofolio penelitian kamu.
Bagaimana Proses Submit Jurnal SINTA 2?
Berikut alur umum yang perlu kamu pahami.
1. Memilih Jurnal yang Relevan
Pastikan scope jurnal sesuai dengan topik penelitian kamu. Cek:
- Fokus dan ruang lingkup jurnal
- Template penulisan
- Author guidelines
- Waktu terbit dan backlog artikel
Jangan hanya melihat peringkat SINTA, tetapi perhatikan kesesuaian tema.
2. Menyesuaikan Artikel dengan Template
Banyak artikel ditolak di tahap awal karena tidak mengikuti format. Perhatikan:
- Struktur IMRAD
- Format sitasi sesuai gaya jurnal
- Batas jumlah kata
- Persentase similarity
Biasanya jurnal SINTA 2 mensyaratkan similarity di bawah 20 persen, tergantung kebijakan masing-masing.
3. Registrasi dan Submit di OJS
Sebagian besar jurnal SINTA menggunakan Open Journal System. Kamu perlu:
- Membuat akun
- Mengisi metadata lengkap
- Mengunggah naskah utama dan file pendukung
Pastikan abstrak dan kata kunci ditulis dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris jika diminta.
Bagi yang ingin memahami langkah teknis lebih detail, kamu bisa membaca panduan lengkap tentang submit jurnal agar prosesnya lebih terarah dan minim revisi.
4. Proses Review dan Revisi
Setelah submit, artikel akan melalui:
- Editorial screening
- Peer review
- Revisi minor atau mayor
- Keputusan akhir
Tahap revisi adalah fase paling krusial. Jawablah komentar reviewer secara sistematis dan sopan.
Manfaat Utama Jika Kamu Berhasil Publikasi di SINTA 2
- Portofolio akademik meningkat signifikan
- Peluang kolaborasi riset terbuka
- Kredibilitas meningkat di mata reviewer hibah
- Potensi kenaikan jabatan lebih cepat
Beberapa penulis memilih menggunakan layanan pendampingan profesional agar naskah lebih siap sebelum masuk tahap review. Pendekatan ini sering membantu terutama bagi penulis pemula yang belum familiar dengan standar jurnal terakreditasi.
Kesalahan Umum Saat Submit Jurnal SINTA 2
1. Tidak Membaca Author Guidelines
Setiap jurnal memiliki aturan unik. Mengabaikan ini bisa berujung desk rejection.
2. Metodologi Tidak Jelas
Reviewer sangat fokus pada validitas metode. Jelaskan desain penelitian, teknik sampling, dan analisis data secara rinci.
3. Referensi Kurang Mutakhir
Gunakan referensi 5 sampai 10 tahun terakhir, terutama dari jurnal bereputasi.
4. Tidak Responsif Saat Revisi
Beberapa penulis terlambat mengirim revisi sehingga naskah dibatalkan.
Strategi Agar Peluang Lolos Lebih Besar
- Gunakan referensi dari jurnal SINTA 2 atau internasional bereputasi
- Pastikan novelty atau kebaruan penelitian jelas di bagian pendahuluan
- Gunakan bahasa akademik yang lugas dan tidak bertele-tele
- Mintalah proofreading sebelum submit
Jika kamu ingin pendampingan yang sesuai standar akreditasi nasional, pendekatan profesional bisa membantu memastikan naskah siap secara substansi dan teknis sebelum dikirim ke jurnal tujuan.
Kesimpulan
Submit jurnal SINTA 2 adalah proses yang menuntut ketelitian, kesesuaian format, dan kualitas riset yang kuat. Dengan memahami alur mulai dari pemilihan jurnal, penyesuaian template, hingga strategi menjawab reviewer, peluang diterima akan jauh lebih besar.
Kunci utamanya adalah persiapan matang dan pemahaman standar publikasi ilmiah. Jika kamu menyiapkan semuanya dengan sistematis, publikasi di jurnal SINTA 2 bukan hal yang mustahil.
Bagi kamu yang ingin prosesnya lebih terarah dan minim risiko revisi berulang, mempertimbangkan pendampingan yang tepat bisa menjadi langkah strategis untuk mempercepat target publikasi.
FAQ
1. Berapa lama proses review jurnal SINTA 2?
Rata-rata 1 sampai 6 bulan, tergantung kebijakan jurnal dan jumlah antrean naskah.
2. Apakah jurnal SINTA 2 berbayar?
Sebagian jurnal mengenakan Article Processing Charge, sebagian lainnya gratis. Cek di website resmi jurnal tujuan.
3. Berapa batas maksimal similarity untuk SINTA 2?
Umumnya di bawah 20 persen, tetapi setiap jurnal memiliki kebijakan berbeda.
4. Apakah mahasiswa bisa submit ke SINTA 2?
Bisa. Banyak jurnal menerima artikel dari mahasiswa, terutama jika didampingi dosen pembimbing.
5. Apakah revisi pasti terjadi?
Hampir semua artikel mengalami revisi. Revisi adalah bagian normal dari proses peer review.